
PR KUNINGAN — Meskipun tren kendaraan hidrogen belum dominan di Indonesia, Kementerian ESDM terus mendorong peta jalan energi bersih sebagai masa depan transportasi nasional.
Baru-baru ini, di tengah momentum itu, mahasiswa UPI mencuri perhatian dengan motor hidrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) futuristik yang beroperasi tanpa suara, knalpot, dan hanya menghasilkan uap air.
Inovasi yang dipamerkan di UPI ini menegaskan bahwa teknologi hidrogen bukan lagi wacana pemerintah, melainkan sudah di depan mata dan siap menjadi kenyataan.
Jawara FCEV: Motor Hidrogen Pertama Karya Anak Bangsa yang Real
Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UPI sukses merakit motor Jawara FCEV yang bekerja dengan mengubah hidrogen menjadi listrik melalui sel bahan bakar (fuel cell).
Anggota tim, Muhammad Zidan, menjelaskan bahwa motor menggunakan fuel cell untuk menghasilkan energi listrik dari hidrogen yang kemudian menggerakkan motor listrik.
Proyek yang melibatkan 10 mahasiswa sejak 2024 ini menggunakan 80% komponen lokal, dengan hanya fuel cell yang masih harus diimpor.
Performa Memukau dan Fitur Kelas Tesla: 428 KM Sekali Isi
Di balik desainnya, motor ini menyajikan performa tinggi dengan kecepatan maksimum 80 km/jam dan jarak tempuh luar biasa 428 km hanya dengan 2 liter hidrogen.
Motor hidrogen ini benar-benar nol emisi CO₂, sebab bahan bakar hidrogen murni yang digunakan hanya menghasilkan uap air.
Jawara FCEV dilengkapi fitur premium seperti sensor kebocoran hidrogen, safety cut-off otomatis, hingga IoT monitoring tekanan gas dan energi.
Keamanannya setara mobil listrik mewah, berkat adanya GPS tracker, pengaman RFID, remote engine cut-off via SMS, serta regenerative braking.
Zidan menegaskan, motor ini membuktikan bahwa kendaraan ramah lingkungan adalah realitas yang bisa diwujudkan oleh mahasiswa Indonesia.
Sejalan dengan Target Energi Bersih Kementerian ESDM
Sejak 2023, Kementerian ESDM telah memasukkan hidrogen ke dalam peta jalan transisi energi nasional, menargetkan pengembangannya.
Pemerintah menargetkan pengembangan Green Hydrogen, pembangunan Hydrogen Fueling Station, dan pendorongan riset fuel cell di kampus dan industri.
Inovasi UPI ini menjawab kebutuhan riset nasional dan sangat sejalan dengan arah pemerintah dalam mewujudkan kendaraan zero emisi masa depan.
Berawal dari Kompetisi, Kini Jadi Kebanggaan Nasional
Proyek Jawara FCEV lahir dari kompetisi PLN ICE 2024 dan UPI menjadi salah satu dari dua kampus yang berhasil mewujudkan konsep motor prototipe nyata, berdampingan dengan ITS.
Zidan bangga mengatakan, motor ini menjadi satu dari dua unit hidrogen prototipe yang ada di Indonesia saat ini.
UPI memberikan dukungan penuh melalui akses laboratorium 24 jam dan dispensasi akademik untuk menunjang pengerjaan proyek.
Tim otomotif UPI berambisi melanjutkan riset ke prototipe mobil hidrogen, stasiun pengisian, dan pengembangan bus listrik Evo 1 & Evo 2 yang sudah lebih dulu sukses.
Harapan tim sederhana: karya ini menginspirasi anak muda Indonesia bahwa mereka mampu menciptakan teknologi masa depan.
UPI Konsisten Mencetak Inovator Teknologi Hijau
Dosen pembimbing Sriyono menegaskan, UPI konsisten mendukung inovasi teknologi hijau mahasiswa, dibuktikan dengan prestasi di ajang nasional hingga internasional (runner-up Shell Eco Marathon).
Tim UPI bersiap kembali berlaga di Shell Eco Marathon Asia & Middle East 2026 dengan membawa konsep urban hydrogen vehicle.
Profil Singkat Jawara FCEV (Motor Hidrogen UPI)
Motor ini ditenagai hidrogen melalui Fuel Cell, memiliki kecepatan 80 km/jam, dan mampu menempuh 428 km dengan hanya 2 liter hidrogen.
±80% komponennya lokal, dilengkapi fitur premium seperti IoT Monitoring, GPS Tracker, dan Regenerative Braking, dikerjakan oleh 10 mahasiswa dan dibimbing oleh Sriyono.
Motor ini sangat menarik, namun belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah maupun pihak swasta mengenai kemungkinan produksi massal.***
Komentar
Posting Komentar